Mental dan spritual perlu terus menerus di tempa dan dikembangkan untuk mendukung perkembangan peserta didik dalam menempuh kegiatan pembelajaran di SMA Santo Paulus Pontianak. Hal ini tertuang dalam kegiatan dan program sekolah rutin tahunan.

Salah satu maksud dan tujuan kegiatan ini adalah supaya peserta didik memahami akan arti peran serta Tuhan dalam kehidupan sehari-hari yang tidak boleh dilupakan.

Kegiatan pengembangan diri mental dan spiritual untuk kelas XI berlangsung mulai tanggal 16 Januari sampai dengan 09 Februari 2017 bertempat di wisma Emaus Nyarumkop, Singkwang kegiatan akan berlangsung dalam 8 gelombang bersama guru pendamping dan tim pemberi materi kegiatan dari Nyarumkop.

 

Prestasi apapun tidak bisa di raih dengan instant perlu latihan, belajar terus menerus dan ketekunan untuk memperbaiki kekurangan yang ada. Try Out Ujian Nasional 1 yang diselenggarakan pada tanggal 16 - 18 Januari 2017 oleh SMA Santo Paulus Pontianak adalah salah satu usaha dalam berlatih soal agar kesiapan menjelang Ujian Nasional maupun Ujian Sekolah dapat sungguh maksimal dan memperoleh hasil yang baik. 

Try out UN maupun USBN terbagi dalam metode offline berbasis kertas dan online berbasis komputer. Jumlah siswa yang akan mengikuti UN dan USBN tahun ini adalah 294 siswa terbagi dalam program IPA dan IPS.

SMA Santo Paulus Pontianak juga telah mempersiapkan diri untuk mengikuti dan mensukseskan Ujian Nasional Berbasis Komputer yang akan diselenggarakan pada tanggal 10 - 13 April 2017, dengan kesiapan laboratorium dan komputer yang terintegrasi dengan internet.

  

 

Dalam rangka memudahkan peserta didik dalam memperoleh informasi pendidikan tinggi, akan di adakan expo pendidikan UniMeet di SMA Santo Paulus Pontianak.

Terbuka untuk umum.

Walaupun di awali dengan hujan yang cukup deras, tidak menyurutkan niat dan semangat untuk memperingati hari pahlawan tanggal 10 November 2016 dengan upacara bendera bersama SMA Santo Paulus dan SMP Bruder Pontianak di lapangan sekolah.

Dalam amanatnya pembina upacara memberikan motivasi kepada peserta upacara agar terus bersemangat meneruskan perjuangan para pahlawan nasional dengan mengingat kembali kata-kata mutiara dan pesan-pesan para pahlawan yang sangat berharga, sebagai bekal dalam menempuh cita-cita dan belajar dengan sungguh-sungguh seperti :

1.   1.  Pesan Pahlawan Nasional Jenderal Sudirman :

“ Tempat saya yang terbaik adalah ditengah-tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan. Met of zonder Pemerintah TNI akan berjuang terus”. ( Disampaikan pada jam-jam terakhir sebelum jatuhnya Yogyakarta dan Jenderal Sudirman dalam keadaan sakit, ketika menjawab pernyataan Presiden yang menasihatinya supaya tetap tinggal di kota untuk dirawat sakitnya )

1.    2. Pesan Pahlawan Nasional Prof. Moh. Yamin, SH :

“ Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri “. ( Disampaikan pada konggres II di Jakarta tanggal 27-28 Oktober 1928 yang dihadiri oleh berbagai perkumpulan pemuda dan pelajar, dimana ia menjabat sebagai sekretaris ).

1.    3. Bung Tomo

“Jangan memperbanyak lawan, tetapi perbanyaklah kawan”. (Pidato Bung Tomo melalui Radio Pemberontakan) “Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih maka selama itu kita tidak akan mau menyerah kepada siapapun juga.”

 

(Pidato Bung Tomo di radio pada saat pertempuran menghadapi Inggris di Surabaya bulan November 1945)

1.    4. Soekarno

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Dan berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 November 1961)

 

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka” (Pidato HUT Proklamasi 1963)

1.    5. Moh. Hatta

“Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata untuk membela cita-cita”

“Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekedar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara

 

sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwi.”