Design : Tim Varia

SMA Santo Paulus Pontianak menggelar kemah Pramuka dengan tema "Menjadi Pribadi yang Mandiri dan Bersinergi" dan diikuti oleh 95 peserta yang terdiri dari siswa kelas X dan XI SMA Santo Paulus di Kompleks Bruderan MTB, Pontianak, mulai tanggal 31 Mei sampai 2 Juni 2019.

Bruder Charles, MTB selaku kepala sekolah dan pembina upacara dalam pidatonya di upacara pembukaan kemah tersebut mengutarakan bahwa peserta harus mengikuti segala proses dengan baik. "Kemah Pramuka merupakan sarana belajar agar kita semakin mengenal Pramuka dan mengembangkan karakter dan keterampilan sesuai prinsip - prinsip dasar dalam Pramuka itu sendiri", ungkap beliau.

Pak Suliono yang menjadi salah satu pembina Pramuka mengatakan bahwa kegiatan kemah tersebut diadakan dan ditujukan untuk peserta didik yang berada pada tingkatan Pramuka Penegak. "Supaya mereka dapat mengaktualisasikan diri menggunakan teori dan keterampilan yang sudah diajarkan selama ini", lanjut beliau. Pak Suliono pun menyampaikan harapan agar melalui kemah ini, peserta didik dapat semakin menanamkan karakter dalam diri sesuai dengan Tri Satya dan Dasa Dharma.

Kegiatan kemah Pramuka SMA Santo Paulus Pontianak berjalan dengan sangat menarik dan memberikan banyak manfaat. Salah satunya melalui kegiatan outbond yang mendorong adanya kerjasama antar peserta hingga pemberian materi - materi yang bertujuan untuk mengembangkan karakter peserta dengan didampingi oleh panitia yang diisi oleh beberapa siswa serta para pembina, yakni Bruder Charles MTB, Bruder Hiero MTB, Bu Renny, Bu Yuli, Bu Lenny, Pak Suliono, Pak Ichsan, Bu Neneng, Bu Sofya, Bu Evelyn, Pak Stef, dan Pak Bagas.

 

*Tim Varia

Hari ini (Senin/13/5/2019), SMA Santo Paulus Pontianak melaksanakan kegiatan pertemuan bersama orang tua/wali di Gedung Bina Remaja dalam rangka menyampaikan hasil ujian sekolah yang sudah dicapai oleh siswa kelas XII tahun ajaran 2018/2019. Dalam kesempatan tersebut, sekolah memberikan beberapa penghargaan di antaranya kepada 10 siswa yang berprestasi baik dari IPS maupun IPA dan siswa yang berhasil mendapat nilai 100 di mata pelajaran tertentu. Di penghujung acara, diumumkan siapa yang menjadi juara umum. Tiga siswa yang menjadi juara umum tersebut adalah Yudianto, Malvin, dan Aaron Wijaya. Atas prestasinya, sekolah pun memberikan hadiah istimewa dimana Yudianto yang menjadi juara I mendapatkan notebook, Malvin dan Aaron yang menjadi juara II dan III mendapatkan handphone. Bruder Charles selaku Kepala Sekolah mewakili sekolah memberikan hadiah kepada tiga siswa berprestasi tersebut.

(Tim Varia)

Dua siswa SMA Santo Paulus Pontianak berhasil meraih nilai sempurna pada tiga mata pelajaran yang diujikan dalam UNBK. Siswa tersebut adalah Erik Prima Wijaya dan Yudianto. Erick yang merupakan siswa kelas XII MIPA A berhasil meraih nilai 100 pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Sementara Yudianto yang duduk di kelas XII MIPA C berhasil meraih nilai sempurna di dua mata pelajaran, yakni matematika dan kimia. Atas prestasinya tersebut, pada hari ini (13 Mei 2019) tepat di hari pembagian amplop hasil ujian sekolah, mereka berdua mendapat hadiah kenang - kenangan dari SMA Santo Paulus Pontianak yang diwakili oleh Bruder Hiero, Bapak Sutaryo, dan Bapak Robert.

(Tim Varia)

Hari ini (Sabtu, 5 Mei 2019), keluarga besar SMA Santo Paulus Pontianak berangkat menuju Singkawang dan Sambas. Ada pun agenda yang hendak dilakukan adalah melakukan kunjungan persahabatan di SMA Santo Ignasius Singkawang dan ziarah di Goa Maria Santok Sambas. Keluarga besar SMA Santo Paulus Pontianak berangkat dari jam 06.00 WIB dan berkegiatan di dua kota tersebut selama 2 hari 1 malam. 

(Tim Varia)

Grace Sesaria Wulandari, siswa SMA Santo Paulus Pontianak yang berhasil meraih juara II lomba vokal solo FLS2N beberapa hari yang lalu, menerima piala dan sertifikat penghargaan di Hotel Kini pada hari Sabtu, 4 Mei 2019. Atas prestasinya tersebut, siswa yang dikenal mempunyai suara merdu ini berhak mewakili kota Pontianak untuk maju di tingkat provinsi. Semoga dengan usaha dan kerja keras, Grace mampu lolos ke tingkat yang lebih tinggi.

(Tim Varia)