Print
Category: Berita
Hits: 1551

(source image : mirifica.net)

Pada tanggal 25 Januari Gereja Katolik merayakan pesta Pertobatan Santo Paulus. Peristiwa pertobatan Santo Paulus membawa kita ke permenungan yang semakin dalam bahwa Rancangan Allah selalu berbeda dengan rancangan manusia. Pikiran Allah melampui sangat jauh pikiran manusia, Allah membuat segala sesuatu menjadi lebih baik. Yang jahat dijadikan bertobat dan menjadi lebih baik untuk mewartakan kabar sukacita dan kebenaran bagi banyak orang. 

Hal itu dialami Saulus yang terkenal sebagai seorang penjahat dan pengejar umat kristen perdana, dalam perjalanannya ke Damsyik untuk memburu orang-orang kristen. Saulus ditangkap Allah dan dipertobatkan untuk menjadi pewarta ulung Kristus ke seluruh penjuru bumi.

Sebagaimana kita tahu, perjalanan pastoral St. Paulus untuk mewartakan kabar baik dan memberi kesaksian tentang Yesus yang bangkit, mendatangkan keheranan bagi banyak orang. Pada saat yang sama, semakin banyak orang yang percaya kepada Tuhan memberikan diri mereka dibaptis.

Paulus sungguh melaksanakan amanat Yesus: “Pergilah ke seluruh dunia; beritakanlah Injil kepada segala makhluk”. Semangat pertobatan Paulus dan kegembiraan iman Paulus dalam mewartakan Injil ke seluruh dunia telah menghadirkan wajah Kristus dalam aneka budaya, bangsa dan bahasa. Tuhan turut bekerja dan meneguhkan perutusan-Nya dengan tanda-tanda yang menyertai pewartaan Paulus. Tuhan yang sama juga tetap menyertai karya pewartaaan Injil melalui Gereja-Nya hingga saat ini.

Sebagai anggota Gereja, kita masing-masing sudah diperhitungkan Allah dan ditangkap-Nya untuk menjadi pewarta kabar gembira di mana saja kita hidup dan berkarya. Hanya terkadang mungkin kita kurang menyadari tugas perutusan Tuhan ini. Mari kita memutar kembali arah hidup kita sendiri ke jalan yang telah Tuhan tunjukkan bagi kita, yakni jalan pertobatan dan keselamatan.

Sebagai Santo pelindung sekolah SMA Santo Paulus Pontianak, peristiwa pertobatan Santo Paulus menjadi persitiwa nyata untuk selalu bersandar pada kehendak dan rencana Allah. 

Ya Allah, teguhkanlah aku agar tetap setia dan menemukan sukacita iman dalam mewartakan Injil ke seluruh dunia. Sertailah aku dalam hidup dan karyaku agar berdaya guna untuk menghantar semakin banyak orang datang kepada-Mu. Amin.

(sumber buku : ziarah batin)